Kami
Siapakah kami? Kami buruh pabrik. Kami hanyalah sekrup dan baut dari sebuah mesin besar. Kami eksis karena kami menulis, dan dibaca maupun terbaca.
Ya. Inilah kami bersabda dengan kata. Bisa jadi dengan silat bahasa. Atau meramu rangkaian prosa. Toh, itu semua hanya wakil dari cemas dan harap.
Hi. Mungkin ini blog milik sekumpulan wartawan… secara tidak sengaja saya membuka dan membaca blog ini. Hm bagus, pikir Saya. Jadi saya mulai rajin buka blog ini. BTW, nggak apa ya kalau blog ini saya masukkan dalam blogroll wordpress saya. Oke semuanya, Saya tunggu berita-berita selanjutnya dari meja dalam redaksi ya. trims.