Tempat

Cerita Dari Dalam

Ketika Lukisan Diparodikan

Sampul edisi khusus Tempo 4-10 Februari 2008, bertajuk “Setelah Dia Pergi”, telah memancing polemik. Beberapa kelompok datang ke kantor majalah itu di Jakarta, dan segera setelahnya, pemimpin redaksi merilis permintaan maaf. Ucapan maaf itu bahkan mendapat perhatian dari media asing.

Tak selesai di situ saja. Setelah Tempo meminta maaf pun, kantor mereka tetap dihujani protes. Kali ini datang dari pihak-pihak yang memandang Majalah Tempo tak perlu minta maaf. Sampul itu, menurut pihak-pihak ini, tak mencederai agama Kristen. Sebab, sampul edisi khusus Soeharto itu hanyalah tiruan sebuah lukisan.

Selain protes itu, ada pula sekelompok mahasiswa melaporkan Majalah Tempo ke Polda Metro Jaya. Alasannya, Tempo melanggar pidana penistaan agama. Di antara para pelapor ini, tak satupun yang datang ke kantor Jalan Proklamasi Jakarta Pusat, saat Tempo meminta maaf. Juru bicara para pelapor, bernama Marselinus Simarmata, tak tahu kisaran jumlah orang yang, menurutnya, ia wakili sebagai pelapor.

Tak jelas apakah para pelapor berinisiatif sendiri, atau ada pihak tertentu yang menyuruh. Seperti kita ketahui, Tempo tengah bersitegang dengan banyak pihak. Tapi membahas ini hanya akan memunculkan spekulasi yang membutuhkan banyak pengecekan fakta.

Kesakralan peristiwa Perjamuan Terakhir tentunya tak terbantahkan. Malam itu, sekitar dua milenium yang lalu, Yesus dan duabelas muridnya duduk bersama. Selanjutnya, menurut kepercayaan Kristen, Yesus disalib oleh penguasa.

Leonardo Da Vinci, sekitar 500 tahun lalu, melukis peristiwa itu. Dia menggambarkan Yesus duduk di tengah sebuah meja panjang, dengan 12 rasul duduk di kanan dan kirinya. Tak lazimnya sebuah makan malam, ketigabelas orang ini ada di hanya satu sisi meja. Para rasul digambarkan dalam kelompok tiga-tiga orang.

Bertahan berabad-abad, lukisan Da Vinci itu menginspirasi banyak orang. Desainer sampul Tempo hanyalah salah satunya (dengan “kanvas” yang unik).

Di situs ini, anda bisa melihat berbagai parodi lukisan The Last Supper karya Da Vinci. Tak jelas, apakah para pelapor Tempo ke polisi itu akan melaporkan juga para seniman lain ini.

Di situs tersebut, anda bisa melihat parodi The Last Supper versi Mickey Mouse, The Simpsons, Superman, Sesame Street, Star Wars, tokoh Nintendo, Popeye, Marylin Monroe, hingga iPhone!

Untungnya, para seniman itu tak tinggal di Indonesia. Tak ada yang melaporkan mereka ke polisi sini.

10 Februari 2008 Ditulis oleh dodi | hukum, peristiwa | , | & Komentar